JAYAPURA, KOMPAS.com — Direktur Lembaga Analisa Kebijakan Daerah Lamadi de Lamato mengatakan, kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jayapura diharapkan bisa meninjau ulang kontrak karya PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura, Mimika, Papua.

“Selama ini banyak hasil yang diambil PT Freeport dari perut bumi Papua, tetapi manfaat balik yang diberikan kepada masyarakat asli Papua masih relatif belum sesuai,” katanya di Jayapura, Minggu (21/11/2010).

Menurut Lamadi Lamato, sesuai data yang baru-baru ini dipublikasikan di media massa, setiap harinya PT Freeport Indonesia menghasillkan 102 kilogram emas, di luar konsentrat tambang lainnya.

“Bayangkan berapa besar keuntungan yang telah didapat. Tetapi, dana yang diberikan bagi masyarakat asli pemilik ulayat hanya satu persen, dan itu pun sampai saat ini masih menjadi persoalan karena diperebutkan banyak pihak,” terangnya.

Untuk itu, Lamadi meminta Presiden SBY dalam kunjungannya di Jayapura menyempatkan diri untuk membahas masalah kontrak karya Freeport ini.

Selain pembahasan masalah kontrak karya Freeport, Lamadi juga menuturkan, hal lain yang tidak kalah pentingnya yang harus diluruskan oleh Presiden SBY adalah masalah rencana evaluasi undang-undang otonomi khusus yang belum dilakukan.

Presiden SBY dan rombongan dijadwalkan tiba di Jayapura Minggu sore nanti, dan akan melakukan serangkaian kegiatan, di antaranya membuka kegiatan pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara di Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Selain membuka pertemuan BEM se-Nusantara itu, Presiden SBY juga akan memberi pengarahan dalam pertemuan Penguatan Kapasitas Keuangan Daerah yang rencananya digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua pada Minggu malam.

Dalam acara tersebut akan dilakukan penandatanganan pakta integritas bersama pihak DPRD, bupati/wali kota ataupun pimpinan daerah antara Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Diketahui, kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Papua akan didampingi pejabat eselon I, antara lain dari KPK, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

a priceless satisfaction

Posted by: angga.utomo10 in Academic No Comments »

Angga cahyo utomo(H34100115)/laskar 23||Entah mengapa pada suatu ketika saya bertindak tidak biasanya. Yang biasanya selalu merasa acuh dengan keadaan sekeliling, dan tak pernah mau peduli dengan apa yang terjadi di sekitar. Pada suatu ketika, komputer saya rusak. Padahal disana tersimpan banyak data yang saya perlukan untuk praktikum minggu depan. Sedangkan teknisi komputer yang saya panggil, baru akan datang minggu depan. Tak mungkin sampai menunggu satu minggu kemudian untuk komputer dapat betul kembali. Tak pikir panjang saya mengambil keputusan untuk mencoba membetulkan sendiri. Walaupun bisa dibilang pengetahuan dan keahlian saya tentang komputer sangat terbatas. Saya hanya memakai komputer untuk keperluan mengetik pekerjaan sekolah saja dan tidak tahu apa-apa tentang komputer secara keseluruhan.

Karena komputer saya itu tidak bisa menyala.maka saya memberanikan diri untuk membuka isi CPU. Setelah dibuka dan lihat dalamnya,ternyata saya bertambah bingung  dari bagian mana untuk memulai membetulkannya. Karena saya tidak sedikitpun mengetahui bagian-bagian dalam komputer dan hanya bermodalkan rasa nekat dan percaya bahwa saya bisa membetulkannya. saya mulai dengan melepaskan bagian demi bagian dalam CPU komputer itu. Dan setelah semua bagian itu lepas, rasa bingung saya semakin bertambah karena banyak sekali bagian yang merupakan hal yang sangat asing baru saya ketahui. Setelah yang saya lakukan itu,saya kemudian pergi ke toko buku untuk mencari buku-buku tentang komputer. Saya membeli banyak buku pengetahuan komputer,saya baca dan pelajari satu per satu buku itu. Walaupun buku-buku itu sudah saya baca dan pelajari, saya malahan semkain bertambah bingung tentang komputer. Saya mencoba mencari pengetahuan dari sumber lain seperti lewat internet ataupun bertanya kepada teman yang lebih tau. Kemudian saya mencoba mengaplikasikannya. Saya mulai membeli bagian-bagian yang di anggap sudah rusak dan perlu diganti. Walaupun harganya tidak murah, rasa penasaran mengalahkan smeuanya. Lalu bagian yang baru itu dipasang dan saya mencoba merakitnya kembali. Walaupun pekerjaan yang tidak semudah melepaskan tiap bagian dengan memasang kembali tiap bagian-bagina kecil itu.

Dalam perakitannya kembali saja, saya bersusah payah mencari info baik dari membeli lagi buku-buku ataupun mencari info lewat internet. Akhirnya semua selesai. Komputer itu sudah terpasang dengan baik. Saya yakin pekerjaan yang saya lakukan akan berhasil. Tetapi ketika komputer itu saya nyalakan, tak ada sedikitpun tanda keberhasilan dari usaha yang saya lakukan. Komputer itu tetap tidak mau menyala malahan setelah beberapa detik kemudian keluar asap putih yang mengebul dari dalam cpu. Cepat-cepat saya lepas stop kontaknya, dan rasa paniklah yang timbul setelah itu. Orang tua saya mengetahui smeua hal itu, dan memarahi saya habis habisan karena saya hampir saja membakar isi rumah dengan hal bodoh yang barusan saya lakukan. Orang tua saya menyuruh saya untuk menghentikan tindakan bodoh yang saya lakukan. Tetapi kesemua hal itu malahan membuat saya semakin penasaran dan tertantang pada kegagalan itu. Semuanya saya lakukan kembali seperti dari awal. Berusaha mencari lagi info lewat dari buku,internet atau bertanya pada teman. Dan kembali lagi membeli semua bagian dalam komputer yang saya anggap telah rusak. Banyak waktu dan biaya yang telah saya keluarkan demi usaha yang telah saya lakukan ini. Wpernah timbul rasa keputus asaan ketika kembali lagi menemui kegagalan demi kegagalan. Tapi karena kegagalan itulah saya mendapatkan pengetahuan dan pelajaran yang sangat berarti. Dan dari kegagalan itu, saya berusaha untuk tidak mengulanginya kembali

Dan setelah melewati berbagi macam kegagalan-kegagalan yang menghambat, akhirnya komputer saya itu kembali betul. Walaupun belum berfungsi seperti sedia kala tetapi rasa puas dan bangga lah yang saya rasakan tiada tara. Karena apa yang telah saya lakukan dengan berusaha keras pantang menyerah akhirnya membuahkan hasil yang cukup manis. kegagalan kegagalan yang saya alami membuat saya belajar lebih banyak tentang semuanya. Tentang kepercayaan pada diri sendiri kalau kita PASTI bisa melakukan apa saja kalau kita mau berusaha keras tanpa berputus asa. Jangan merasa gagal terhadap kegagalan yang dialami, karena kegagalan itu sendiri merupakan tanda-tanda keberhasilan yang hanya tertunda

*Angga cahyo utomo(h34100115),laskar23

struggle for the future

Posted by: angga.utomo10 in Academic No Comments »

Angga cahyo utomo(H34100115)/laskar 23||Terkadang, apa yang kita inginkan atau harapkan belum tentu segera terwujud. Entah apapun dan bagaimanapun cara kita dalam berusaha untuk meraihnya,tetapi kita harus kecewa kembali terhadap pilihan yang tak pernah sama sekali engkau inginkan itu terjadi.

Dulunya dia itu adalah seorang anak yang memang banyak dikagumi oleh banyak orang. Tidak hanya dikalangan teman sebayanya bahkan hampir semua siswa satu sekolahan mengenal sosok yang bisa dibilang dikagumi akan kelebihannya di berbagai bidang. Banyak juga yang mengenalnya sebagai seorang anak yang friendly dan humoris. Dalam hal organisasi,dia menjadi ketua ekskul musik di sekolahnya. Jiwa kepemimpinannya sangat kelihatan,apalagi kemampuannya memainkan alat musik . Tak pernah ada yang meragukan akan kemampuannya dalam memainkan berbagai macam alat musik. Itu terbukti dari berbagai macam ajang lomba musik yang ia juarai. Dalam urusan akademik yang menjadi kekurangannya. Sering kali  ia mendapatkan nilai jelek di setiap ujiannya. Tak heran kalau nilai raportnya kurang memuaskan. Dia seperti tidak bisa membagi waktunya dengan baik. Dia selalu sibuk dengan urusan luarnya tanpa memperdulikan akademiknya. Kemalasan yang selalu ada di pikirannya tiap kali di dalam kelas.

Di SMA,ia punya beberapa teman akrab yang memang bisa dibilang sangat dekat dengan kesehariannya. Kesamaan ia dengan kelompok sahabatnya itu,mereka sangat menyukai game online. Hampir setiap pulang sekolah atau liburan,dia selalu bersama temannya itu diwarnet bermain game online. Tempat itu dia anggap seperti rumah kedua. Sebuah tempat dimana sahabat-sahabatnya yang sudah seperti keluarga kedua saling bertemu untuk melepaskan penat dan kebosanan dari situasi sekolah yang tiap hari mereka selalu rasakan. Sesuatu hal yang biasa jika dia lebih sering terlihat di warnet itu daripada di tmpat lain.

Keseharian aktivitasnya berubah sangat drastis saat menginjak kelas tiga SMA. Tak terlihat lagi kesibukannya baik dalam sekolah maupun diluar. Dia pun sudah meninggalkan kebiasaan santainya dalam belajar.dia sudah tak pernah terlihat lagi kumpul bersama dengan teman-temannya baik di warnet,band ataupun teman nongkrongannya yang lain. Yang ada di otaknya sekarang adalah bagaimana ia bisa mendapatkan PTN sehabis lulus SMA nanti. Tiap hari sahabat yang ia punya adalah buku dan pensil. Dia benar-benar menjadi seorang yang berbeda. Dia mengikuti banyak pelajaran tambahan baik diluar atau didalam sekolah. Hal itu ia lakukan karena ia tak mau lagi mengecewakan kedua orang tuanya yang selalu mendukung apa yang ia kerjakan. Ia tak mau menyesal di kemudian hari karena sikapnya sendiri. Berulang kali ia menolak ajakan teman-temannya untuk pergi main atau semacamnya, tapi dia selalu menolaknya dengan tegas.

Dia mendaftar di banyak berbagai macam ujian masuk PTN di indonesia. Entah berapa banyak uang yang ia keluarkan untuk mendaftar sana sini. Kesehariannya yang penuh diisi dengan belajar, membuatnya semakin percaya diri dalam menghadapi ujian masuk PTN. Sudah banyak berbagai macam buku yang ia beli dan baca. Sudah banyak waktu kesehariannya ia pakai dengan belajar. Sudah banyak kegiatan sembahyangnya dan terus berdoa untuk meminta keberhasilannya. Semua hal yang telah dipersiapkan matang-matang itu membuatnya semakin yakin untuk dapat menembus PTN yang ia idam-idamkan.

Tapi semua yang telah ia lakukan itu seperti sia-sia. Seperti tak ada gunanya ia berusaha sekuat tenaga dalam mempersiapkan dirinya matang-matang. Tak ada satupun PTN yang dapat ia tembus. Satu demi satu di tiap saat hari pengumuman tes, dia selalu merasa kecewa. Kekecewaan yang sangat dalam karena ia tak berhasil mempersembahkan keberhasilannya itu kepada orang tua sudah jutaan rupiah ia keluarkan untuk membayar pendaftaran. Sudah banyak waktu yang terbuang untuk ia mempersiapkan dirinya matang matang. Tetapi bukan rasa bangga,puas,senang atau bahagia yang ia dapat. Melainkan rasa kekecewaan yang mendalam terhadap hasil dari buah usahanya itu. Kegagalan demi kegagalan yang ia lewati membuat dirinya semakin tertekan dan frustasi. Rasa percaya dirinya seolah olah lenyap sedikit demi sedikit.kira-kira sudah terhitung enam kali ujian masuk PTN ia gagal. Berarti dengan kata lain, sudah enam kali juga ia semakin kecewa,frustasi ataupun tertekan. Setelah semua kegagalan itu, tergambar dari raut mukanya yang menyimpan penuh kekecewaan terhadap dirinya sendiri. raut muka yang awalnya penuh dengan ambisi dalam mengejar tujuan yang ia ingin capai, sekarang berubah menjadi raut muka yang penuh dengan kekecewaan dan keputusasaan. Dia lelah,lelah dan benar-benar merasa sangat lelah. Lelah yang selalu mengharpkan sesuatu yang sepertinya ia tak mungkin capai. Ditambah lagi, ia merasa tidak tega yang melihat selalu raut muka penuh kekecewaan yang tergambar dari kedua orang tuanya. Dia seperti anak yang tak berguna karena tak bisa mempersembahkan apa yang menjadi keinginan kedua orang tuanya. Semangat yang awalnya sangat membara seperti bara api, kini padam hangus seperti arang.

Setelah apa yang ia alami, teman-temannya selalu memberikan support kepadanya. Mereka berusaha memacu semangatnya lagi untuk kembali berikhtiar dan jangan pernah berputus asa. Keberhasilan teman-teman dekatnya yang sudah lebih dulu mendapatkan PTN yang mereka inginkan membuat semangatnya ada kembali. Kegagalan demi kegagalan yang ia alami dijadikan sebuah pengalaman dan pelajaran yang berarti baginya. Kegagalan itu juga yang membuatnya lebih kuat dari sebelumnya. Dia kembali mengulang usaha kerasnya dari awal tanpa terpikirkan lagi ada rasa menyerah atau putus asa. Dia percaya, bahwa tuhan pasti akan membalas semua keja kerasnya dengan sesuatu hal yang setimpal. Dia percaya kalau Tuhan tidak lupa menuliskan takdirnya dengan sesuai apa ia inginkan. Dia percaya kalau Tuhan  pasti akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang telah mau berusaha. Cobaan sekarang yang ia alami ia anggap sebagai sesuatu tantangan yang harus ia selesaikan.

Dari berbagai ujian masuk PTN yang ia sudah daftar, tinggal tersisa dua kali kesempatan. Kesempatan itu ia persiapkan dengan sangat matang. Kematangan itu terbentuk dari kegagalan dan sikap ketakputusasaan darinya. Dan kedua kesempatan itu akhirnya ia lewati. Yang ia lakukan sekarang adalah terus bertawakal dan meminta yang terbaik bagi dirinya kepada tuhan. Dia ikhlas menerima apapun hasil yang nanti akan terjadi. Ia percaya, yang akan terjadi nanti pasti merupakan hal yang benar-benar terbaik menurut tuhannya. Hari pengumuman itu akirnya tiba. Mukanya berseri seri dengan penuh rasa haru dan kebahagiaan yang tiada tara. Keberhasilan akhirnya datang padanya. Semua usaha dan kerja kerasnya selama ini terbayarkan lunas pada hari itu. Dia mendapat jurusan yang benar-benar ia inginkan di PTN itu. Kebahagiaan yang ia telah capai dengan susah payah itu, memberikan sesuatu pelajaran yang sangat berharga baginya. Pelajaran tentang arti dari kerja keras tanpa putus asa. Pelajaran tentang arti pengorbanan dalam meraih apa yang ia inginkan. Pelajaran tentang arti kesabaran yang terus menerus. Dan pelajaran tentang arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Kesemuanya itu ia telah dapat dari pengalamannya sendiri. Pengalaman yang tak kan pernah ia capai, jika keputus asaan yang hanya selalu tertanam di pikirannya.

*angga cahyo utomo(H34100115),laskar23